Sunday, November 9, 2014

the earth structur



KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan ridho-Nyalah makalah yang berjudul ―S truktur Bumi dapat terselesaikan dengan baik. Tidak lupa pula kita panjatkan salam dan salawat kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing kita ke dunia yang penuh kebahagiaan ini. Makalah ini merupakan tugas yang disusun sebagai bahan pembelajaran dalam matakuliah ―Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa‖ jurusan geografi fakultas sains dan teknologi Universitas muhammadiyah gorontalo.  Pada makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan, kami menyadari hal tersebut oleh karena itu kami menerima segala bentuk masukan dan saran demi perbaikan pada makalah kali ini. Makalah ini dapat terselesaikan karena adanya pihak-pihak yang mendukung. Terutama bagi pada narasumber yang telah memberikan referensi yang sangat baik kami ucapkan banyak terima kasih dan bagi semua pihak yang terlibat dalam makalah ini kami lanturkan banyak terma kasih. Makassar, 16 Februari 2014 Penulis




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
Latar Belakang  
Rumusan Masalah
Tujuan
BAB 2 PEMBAHASAN
A.    Struktur Bumi
1.      Atmosfer
a.     Troposfer
b.    Stratosfer
c.     Mesosfer
d.    Termosfer
e.     Eksosfer
2.      Litosfer
B.    Unsur Pembentuk Bumi
C.    Proses Pembentukan Bumi
BAB 3 PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.    Saran
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pada era globalisasi yang saat ini berkembang dengan sangat cepat terdapat  beberapa permasalahan yang kerap muncul dan menjadi tren topic dalam pembahasan  para ilmuwan dan peneliti. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia adalah mahluk yang serakah, karena keserakahannya inilah yang menjadikan manusia selalu berupaya untuk mencari dan menemukan hal-hal baru. Masalah demi masalah muncul dan menjadi tantangan tersendiri bagi manusia dalam pemecahannya. Sebut saja permasalahan tersebut adalah ketidaktahuan manusia terhadap bintang/planet yang ditinggalinya. Hingga pada hari ini kita tidak tahu persis apa dan bagaimana struktur dan unsur pembentuk bumi. Bumi merupakan planet yang sangat luar biasa dan menjadi planet yang berpenghuni. Manusia hanya menghuni planet ini pada  bagian permukaannya saja.
Tentu saja yang menjadi permasalahan adalah apa yang ingin diketahui manusia dan belum ditemukan penyelesaiannya. Pada permasalahan ini kita  belum tahu berapa banyak unsur yang menjadi komponen penyusun planet ini, sehingga hal inilah yang menjadi pokok permasalahan bagi para ilmuwan dan peneliti dan bagi kita semua. Pada makalah ini kami akan membahas mengenai ―struktur bumi di mana dalam makalah ini kami akan menjelaskan semua hal yang terkait mengenai struktur bumi dan unsur pembentuk setiap lapisan bumi. Kami akan berusaha agar makalah ini menyajikan informasi yang komplit/lengkap dan menjadi salah satu sumber dari materi kuliah ini.

B.    RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana struktur bumi?
2. Apa yang menjadi unsur pembentuk bumi?
3.Bagaimana proses pembentukan bumi?

C.    TUJUAN
1. Menjelaskan struktur bumi dan susunannya.
2.Mendeskripsikan unsur-unsur penyusun lapisan bumi.
3.Menjelaskan proses pembentukan bumi.



Bottom of Form
BAB II
PEMBAHASAN

Sebelum mempelajari dan mengkaji tentang struktur bumi, terlebih dahulu yang harus kita pahami adalah palanet bumi itu sendiri. Bumi merupakan planet yang indah, dan merupakan planet yang kita huni saat ini. Jika dilihat dari posisinya, planet bumi berada pada deretan ketiga dalam sistem tata surya dan matahari sebagai pusatnya. Planet bumi berada di antara planet Venus dan Mars. Berdasarkan posisinya, jarak antara bumi dan matahari berkisar ±150 juta km dengan bentuk lintasan yang bulat dengan jari-jari ±6.370 km. Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Sebagai planet yang memiliki kehidupan di dalamnya, bumi terdiri atas beberapa struktur yang memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal. Di antara macam-macam struktur bumi di antaranya adalah terdiri dari banyak jenis material seperti  berbagai jenis batuan, tanah, serta air yang kesemuanya membentuk planet bumi yang sekarang ini kita diami.
A.    Struktur Bumi
Secara garis besar, lapisan yang membentuk planet bumi terbagi menjadi beberapa  bagian, yaitu atmosfer dan litosfer.
1.     Atmosfer
Bumi terbungkus oleh selimut udara yang biasa di kenal sebagai atmosfer. Atmosfer merupakan lapisan pembatas antara bumi dengan ruang angkasa,tebalnya ± 700 km dari permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas 20% oksigen,78% nitrogen, dan gas-gas lain sebesar 2%. Sebagian besar oksigen yang terkandung dalam atmosfer berasal dari pelepasan oksigen dari tumbuhan. Oksigen inilah yang menyokong kehidupan makhluk hidup. Atmosfer berfungsi menjaga panas, terutama pada malam hari ketika sebagian bumi membelakangi matahari. Akan tetapi, selama siang hari selimut ini menjadi pelindung dari sinar matahari (Riley,2005;Oliver,2005;Matthews,2005).
Atmosfer tetap melekat pada bumi,tidak mengambang atau lepas keluar angkasa, hal ini di sebabkan karena kekuatan gravitasi yang menarik gas-gas atmosfer ke arah bumi dan mencegah agar gas-gas tersebut tidak lepas keluar angkasa (Matthews,2005). Atmosfer bumi di bagi ke dalam lapisan-lapisan menurut suhunya, meskipun tidak ada batas-batas zat yang memisahkan masing-masing lapisan. Bumi adalah satu-satunya planet dalam system tata surya yang mempunyai air dalam jumlah besar,baik dalam atmosfer maupun di atas atau di bawah permukaannya. Lapisan-lapisan penyusun bumi antara lain sebagai berikut :


a.     Troposfer
Troposfer adalah lapisan atmosfer yang terbentang mulai dari permukaan tanah sampai sekitar 10 km ke atas. Sebagian besar cuaca terjadi di troposfer. Troposfer mempunyai ketinggian yang berbeda-beda antara 10 km(6 mil) dan 20 km(10 mil). Semakin naik ketinggian troposfer, suhu udaranya akan semakin dingin kira-kira -50ºC (-50ºF), tetapi semakin mendekati permukaan udara,suhunyha semakin memanas. Karena hal inilah, sebagian besar alam terbentuk di lapisan ini yang di sebut awan cumulus. Awan-awan dengan bagian atas yang datar menunjukkan tempat troposfer bertemu dengan lapisan udara berikutnya, yaitu stratosfer dan di sebut awan stratocumulus. Pesawat terbang umumnya terbang di sini.
b.    Stratosfer
adalah lapisan udara di antara 60 km di atas permukaan bumi; Stratosfer di atas troposfer; atau bisa diartikan juga sebagai daerah atmosfer yang terletak antara tropopause dan stratopause. Puncak stratosfer kira-kira 50 km (31 mil)dari permukaan tanah. Suhu yang paling tinggi terdapat di puncak lapisan ini, kira-kira 0ºC (32ºF), semakin ke bawah, yaitu semakin menuju lapisan troposfer di bawahnya, suhu semakin dingin. Pesawat zet terbang di lapisan ini, karena udaranya tenang.
c.      Mesosfer
adalah daerah atmosfer yang terletak antara stratopause dan mesopause. Mesosfer mencapai ketinggian kira-kira 80 km (50 mil). Puncak pada lapisan ini paling dingin, yaitu kira-kira ± 100ºC (-1480F), tetapi semakin ke bawah suhunya semakin panas karena lapisan stratosfer di bawahnya lebih panas.
d.    Termosfer
Termosfer mengandung gas-gas yang menyerap beberapa radiasi matahari yang berbahaya,sehingga memanaskan lapisan ini. Suhu di puncak pada ketinggian kira-kira 450 km(280 mil) dari permukaan tanah, mungkin setinggi 20000C (36320). Semakin ke bawah suhunya semakin berkurang.
e.     Eksosfer
Udara di dalam eksosfer sangat tipis karena di udar itu mengandung sangat sedikit gas. Puncak dari lapisan ini kira-kira 900 km (560 mil) dari permukaan tanah. Beberap satelit cuaca yang mengorbit kutub di dapati pada lapisan ini.  Eksosfer tidak memiliki tekanan udara. Eksosfer memiliki refleksi dari cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.
2.     Litosfer
Litosfer yang berasal dari bahasa Yunani, Lithos artinya adalah berbatu sedangkan Sphere artinya lapisan jadi Litosfer dapat kita artikan sebagai lapisan  bumi paling luar . Litosfer dibagi menjadi dua yaitu Litosfer atas dan Litosfer  bawah, dan Litosfer juga terbagi menjadi dua tipe, yaitu:
§  Litosfer Samudera, berfungsi sebagai penghubung kerak samudera dan memang  berasal dari samudera
§  Litosfer Benua, litosfer ini berada di benua. Dan litosfer ini terbagi menjadi tiga jenis batuan yaitu,
o    Batuan Beku, batuan beku ini dibagi menjadi yaitu, batuan beku dalam dan  batuan beku
o    Batuan Sedimen
o    Batuan Metamorf 
Jika kita melihat dari struktur maka kita menemukan 3 lapisan utama, yaitu kerak  bumi (crush), selimut (mantle), dan inti core. Dapat kita bayangkan seperti sebuah telur dengan dilapisi beberapa pelindung untuk menjaga telur tersebut, hal ini sama dengan  bentuk bumi yang memiliki beberapa lapisan untuk menjaga serta melindungi bumi ini.





Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheicRri_LHS5TQV5peYXVRRcVvp-y9FmpBBZ4AsV3O0_HLTI7RfUV4egbD8OIyUtnZyjHgDVqfR25KTeHju_niqY5F4ToxMDO4zClmVzUjCAKKIxcPfMs54EtpzN-EmmZU7iZzWmoaV2c/s1600/bumi4.png



 
































1.      Mantel bumi (mantle)
Inti  bumi  dibungkus  oleh  mantel  yang berkomposisi  kaya  magnesium.  Inti  dan  mantel  dibatasi oleh lapisan Gutenberg Discontinuity. Mantel bumi  terbagi  menjadi  dua  yaitu  mantel  atas  yang bersifat  plastis  sampai  semiplastis  memiliki kedalaman  sampai  400  km.  Mantel  bawah  bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km. Mantel  atas  bagian  atas  yang  mengalasi  kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu  kesatuan  yang  dinamakan  litosfer.  Mantel  atas bagian  bawah  yang  bersifat  plastis  atau  semiplastis disebut sebagi asthenosfer.
Selimut atau selubung bumi merupakan lapisan yang letaknya di bawah lapisan kerak bumi. Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi untuk melindungi  bagian dalam bumi.Selimut bumi tebalnya mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan  batuan yang padat yang mengandung silikat dan magnesium. Suhu di bagian bawah selimut mencapai 3.000 °C, tetapi tekananannya belum mempengaruhi kepadatan  batuan. Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity. Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel atas yang bersifat plastis sampai semiplastis memiliki kedalaman sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km. Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas bagian  bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer. Selimut bumi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu litosfer, astenosfer, dan mesosfer.
a.     Litosfer merupakan lapisan terluar dari selimut bumi dan tersusun atas materi-materi padat terutama batuan. Lapisan litosfer tebalnya mencapai 50-100 km. Bersama-sama dengan kerak bumi, kedua lapisan ini disebut lempeng litosfer. Litosfer tersusun atas dua lapisan utama, yaitu lapisan sial (silisium dan aluminium) serta lapisan sima (silisium dan magnesium).
Lapisan sima adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silisium dan magnesium. Senyawa dari kedua logam tersrsebut adalah SiO2 dan MgO. Berat jenis lapisan sima lebih besar jika dibandingkan dengan berat jenis lapisan sial. Hal itu karena lapisan sima mengandung besi dan magnesium.  
b.    Astenosfer merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan litosfer. Lapisan yang tebalnya 100-400 km ini diduga sebagai tempat formasi magma (magma induk).
c.     Mesosfer merpakan lapisan yang terletak di bawah lapisan astenosfer. Lapisan ini tebalnya 2.400-2.700 km dan tersusun dari campuran batuan basa dan besi.

1.     Kerak Bumi (Crush)
Kerak bumi merupakan lapisan kulit bumi paling luar (permukaan bumi). Kerak bumi terdiri dari dua jenis, yaitu kerak benua dan kerak samudra. Lapisan kerak bumi tebalnya mencapai 70 km dan tersusun atas batuan-batuan basa dan masam. Namun, tebal lapisan ini berbeda antara di darat dan di dasar laut.
B.    Unsur -unsur kimia utama
pembentuk kerak Bumi adalah: Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca) (3,6%),  Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%), Magnesium (Mg) (2,1%). Pada lapisan matel bumi terdapat lapisan-lapisan yang mengandung unsur kimia, yaitu:
a)     Lapisan Sial adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan alumunium. Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SiO2 dan Al2 O3.Batuan yang terdapat dalam lapisan sial antara lain batuan sedimen, granit, andesit, dan metamorf.
b)    Lapisan Sima adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan magnesium. Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SIO2 dan MgO. Berat jenis lapisan sima lebih besar jika dibandingkan dengan berat jenis lapisan sial. Hal itu karena lapisan sima mengandung besi dan magnesium.
Inti bumi merupakan lapisan paling dalam dari struktur bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 - 5200 km.

Di darat tebal lapisan kerak bumi mencapai 20-70 km, sedangkan di dasar laut mencapai sekitar 10-12 km. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100°C. Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. Kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity. Kerak bumi dominan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya.



 












Siklus batuan menggambarkan seluruh proses batuan yang   dibentuk,  dimodifikasi,  ditransportasikan, mengalami  dekomposisi,  dan  dibentuk  kembali  sebagai hasil  dari  proses  internal  dan  eksternal  bumi.  Siklus batuan  ini  berjalan  secara  kontinyu  dan  tidak  pernah berakhir.  Siklus  ini  adalah  fenomena  yang  terjadi  di kerak  benua  (geosfer)  yang  berinteraksi  dengan atmosfer,  hidrosfer,  dan  biosfer  dan  digerakkan  oleh energi panas internal bumi dan energi panas yang datang dari matahari.
2.     Kerak samudera
Kerak samudra adalah bagian dari litosfer bumi yang permukaannya berada di cekungan samudra. Kerak samudra tersusun oleh batuan mafic atau sima. Kerak ini lebih tipis di bandingkan dengan kerak benua, dengan ketebalan 5 – 10km, tetapi massa jenisnya lebih besar,memiliki massa jenis rata- rata sekitar 3,3g/cm3 atau 3300kg. penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, diabase dan gabbro.
Kerak samudra tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5-15 km (Condie, 1982) dengan berat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt Kerak benua tersusun oleh mineral yang kaya akan Si dan Al, oleh karenanya disebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30-80 km (Condie 1982) rata-rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua  biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang berkomposisi granit.
Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis, umur kerak benua biasanya lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang tertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Tabel Skala waktu geologi dapat dilihat di Skala Waktu Geologi. 

3.     Inti Bumi (Core)
 Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900-6371 km. Terbagi menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang memiliki kedalaman 2900-5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang  berkedalaman 5100-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman Discontinuity. Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel. Inti bumi merupakan lapisan paling dalam dari struktur bumi. Lapisan inti dibedakan menjadi 2, yaitu lapisan inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core).
a.     Inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 °C.  
b.    Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi (NiFe) yang suhunya mencapai 4500  derajat celcius.
C.    Unsur Pembentuk Bumi
Pada pengamatan sekilas manusia hanya melihat bumi sebagian dan yang nampak hanya sebagian kecil dari luas bumi. Jika kita perhatikan dengan seksama luas permukaan bumi memiliki daerah perairan yang lebih luas dibandingkan dengan luas daratannya. Hal inilah yang diteliti oleh para pakar dan ilmuan agar kita dapat mengetahui dengan jelas apa-apa saja unsur pembentuk dari planet yang kita huni saat ini. Beradasarkan dari informasi dan penelitian yang dilakukan oleh para pakar, ilmu yang kita ketahui tentang planet ini jauh lebih banyak lagi sehingga kami dapat memberikan informasi terkait unsur pembentuk bumi. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnnya bahwa bumi memiliki hampir 2000 mineral yang terkandung dalam perut bumi dan hanya 20% yang terdapat pada  batuan. Mineral inilah yang kita ketahui hingga saat ini, Pada kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Suhu dibagian bawah kerak bumi mencapai 1.1000
D.    Proses Pembentukan Bumi
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar (4,54×109) tahun yang lalu melalui akresi dari nebula matahari. Pelepasan gas vulkanik diduga menciptakan atmosfer tua yang nyaris tidak beroksigen dan beracun bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup masa kini. Sebagian besar permukaan bumi meleleh karena vulkanisme ekstrem dan sering bertabrakan dengan benda angkasa lain. Sebuah tabrakan besar diduga menyebabkan kemiringan sumbu bumi dan menghasilkan Bulan. Seiring waktu, bumi mendingin dan membentuk kerak  padat dan memungkinkan cairan tercipta di  permukaannya. Bentuk kehidupan pertama muncul antara 2,8 dan 2,5 miliar tahun yang lalu.
Kehidupan fotosintesis muncul sekitar 2 miliar tahun yang lalu, dan memperkaya oksigen di atmosfer. Sebagian besar makhluk hidup masih berukuran kecil dan mikroskopis, sampai akhirnya makhluk hidup multiseluler kompleks mulai lahir sekitar 580 juta tahun yang lalu. Pada periode Kambrium, Bumi mengalami diversifikasi filum  besar-besaran yang sangat cepat. Perubahan biologis dan geologis terus terjadi di planet ini sejak terbentuk. Organisme terus  berevolusi, berubah menjadi bentuk baru atau  punah seiring  perubahan Bumi. Proses tektonik lempeng memainkan peran penting dalam  pembentukan lautan dan benua di Bumi, termasuk kehidupan di dalamnya. Biosfer memiliki dampak besar terhadap atmosfer dan kondisi abiotik lainnya di planet ini, seperti pembentukan lapisan ozon, proliferasi oksigen, dan penciptaan tanah.




BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Pada pembahasan dalam makalah ini mengenai proses pembentukan bumi, terdapat  berbagai hal yang dapat disimpulkan.
1.     Pada proses pembentukan bumi sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu hanya terdapat gas vulkanik dan partikel-partikel lainnya yang membentuk bumi.
2.     Lapisan bumi dibagi menjadi atmosfer dan litosfer, sedangkan bagian dari litosfer adalah kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi.
3.     Pada setiap lapisan pada litosfer terdapat berbagai macam unsur-unsur kimia dan hanya sebagian kecil terdapat pada bebatuan.
C.    Saran
Pada pembahasan makalah ini masih terdapat kekurangan dari segi Bahasa dan sumber yang digunakan terbatas jumlahnya sehingga kami menyarankan agar pada  pembuatan makalah struktur bumi kedepannya menggunakan referensi yang lebih  banyak dan terpercaya.





DAFTAR PUSTAKA
Riley, Peter . 2005. 100 Pengetahuan tentang Planet Bumi. Cetakan ke 3. Alih bahasa oleh Evi Janu Kusumawati. Penerbit Pakar Raya, Bandung.
Oliver, Clare, 2004. Samudra, alih bahasa oleh Rachma Apsari. Pakar Raya: Bandung.
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-14218-3506100057-Chapter1.pdf
Jurnal Natural Science Desember 2012 Vol. 1.(1) 17-26
Kramer, S.L., 1996,  Geotechnical earthquake engineering, Prentice Hall, Englewood Cliffs,
N.J..
Seed,H.B.  dan  Idriss,I.M.,1971.Simplified  procedure  for  Evalution  Soil  Liquifaction
Potential. Journal Of Soil Mechanics and Founddation, Division, ASCE.
Jurnal Geografi ‘GEA’ Vol.2,No.4, Oktober, 2002.
J. Geofisika Vol. 13 No.1/2012


No comments:

Post a Comment